Tips kencan / Kencan pertama

Topik obrolan saat kencan pertama: pertanyaan yang tidak terasa seperti wawancara

Takut kehabisan bahan obrolan? Cara bersiap tanpa naskah, pertanyaan yang membuat orang bercerita, topik yang sebaiknya ditunda, dan apa yang dilakukan saat hening.

· 4 menit baca

Sebagian besar rasa gugup sebelum kencan pertama bermuara pada satu kekhawatiran: bagaimana kalau nanti tidak ada yang bisa dibicarakan? Kabar baiknya, kamu tidak butuh naskah. Beberapa pertanyaan yang bagus, rasa ingin tahu yang tulus, dan sikap tenang saat obrolan terhenti sejenak sudah cukup untuk menghidupkan hampir semua percakapan.

Sebelum berangkat, ingat lagi apa yang sudah kamu ketahui

Kamu tidak sedang bertemu orang asing. Kalian sudah mengobrol, dan kamu sudah melihat profilnya. Sebelum kencan, luangkan dua menit untuk membaca ulang obrolan kalian dan pilih dua atau tiga topik untuk dilanjutkan:

  • perjalanan yang pernah dia sebut, pekerjaan baru, hewan peliharaan, hobi yang baru dia mulai;
  • cerita yang katanya baru akan dia ceritakan “kalau ketemu langsung”;
  • sesuatu yang membuat kalian berdua tertawa.

“Gimana kelas melukisnya — sudah sampai pertemuan kedua?” adalah pembuka yang sempurna. Pertanyaan seperti itu menunjukkan bahwa kamu mendengarkan, dan mudah dijawab.

Di YADate, lihat juga bagian “Pertanyaan” di profilnya. Jawaban yang bertanda “Sama denganmu” adalah bahan obrolan yang siap pakai, dan lencana di bawah “Tentang aku” — apakah dia suka bangun pagi, bagaimana pandangannya soal jalan-jalan atau hewan peliharaan — sering mengantar ke cerita yang seru.

Mulai dari yang ringan

Sepuluh atau lima belas menit pertama adalah waktu untuk menyesuaikan diri. Tidak ada yang mengharapkan pemikiran mendalam saat kalian masih memilih minuman. Pembuka yang sederhana justru paling ampuh:

  • “Kamu langsung dari kerja? Gimana harimu tadi?”
  • “Sering ke sini? Menu apa yang kamu rekomendasikan?”
  • “Gimana perjalanannya — macet seperti biasa?”

Pertanyaan-pertanyaan ini tidak harus memukau. Gunanya memberi kalian berdua waktu untuk rileks dan terbiasa dengan suara satu sama lain.

Pertanyaan yang membuat orang bercerita

Kuncinya adalah pertanyaan terbuka — yang tidak bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”. “Kamu suka pekerjaanmu?” selesai dengan satu kata. “Bagian apa dari pekerjaanmu yang bakal kamu rindukan kalau besok kamu berhenti?” membuka sebuah cerita.

Beberapa ide, dari yang ringan sampai yang lebih pribadi. Kamu tidak perlu memakai semuanya: biasanya dua atau tiga sudah cukup untuk membuat obrolan mengalir.

Kehidupan sehari-hari

  • Seperti apa akhir pekan yang benar-benar menyenangkan buatmu?
  • Kalau ada teman yang baru pertama kali datang ke kota ini, kamu akan mengajaknya ke mana?
  • Apa yang sedang kamu tunggu-tunggu saat ini?

Minat dan hobi

  • Bagaimana awalnya kamu tertarik pada [hobinya]? Ingat saat pertama kali merasa klik?
  • Buku, serial, atau proyek apa yang terakhir kali benar-benar membuatmu larut?
  • Ada sesuatu yang dari dulu ingin kamu pelajari, tapi belum sempat?

Cerita

  • Perjalanan apa yang paling berkesan buatmu — dan apa yang membuatnya begitu menyenangkan?
  • Waktu kecil, kamu ingin jadi apa?
  • Hal kecil apa yang selalu bisa membuat harimu lebih baik?

Sedikit lebih dalam, kalau obrolan sudah mengalir

  • Apa yang paling penting buatmu dari orang-orang yang sering menghabiskan waktu bersamamu?
  • Dalam beberapa tahun terakhir, soal apa pandanganmu berubah?
  • Apa harapanmu untuk setahun ke depan?

Pertanyaan kedua lebih penting daripada yang pertama

Rahasia obrolan yang lancar bukan daftar pertanyaan yang panjang, melainkan pertanyaan lanjutan. Saat dia menjawab, tangkap satu detail: “Tunggu — kamu pergi ke sana sendirian? Gimana rasanya?” Pertanyaan lanjutan menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan, bukan sekadar menunggu giliran bicara.

Ceritakan juga tentang dirimu. Patokan sederhananya: kalau kamu sadar sudah bertanya tiga kali berturut-turut, ceritakan satu kisah singkat dari hidupmu. Kencan itu obrolan, bukan wawancara kerja, dan dia juga ingin mengenalmu.

Topik yang sebaiknya ditunda dulu

Tidak ada yang terlarang. Topik-topik ini hanya lebih mudah dibicarakan setelah kalian sedikit saling mengenal:

  • Cerita detail tentang mantan. Kalau ditanya, jawaban singkat dan tenang sudah cukup: “Kami menikah delapan tahun dan berpisah baik-baik.”
  • Uang dan gaji. Bercerita tentang hal-hal yang senang kamu beli itu wajar; pertanyaan soal penghasilan bukan bahan obrolan kencan pertama.
  • Debat panas. Kalau politik atau agama penting bagimu, kamu bisa bertanya apa yang penting baginya tanpa berusaha memenangkan perdebatan.
  • Masalah kesehatan dan konflik keluarga. Simpan untuk nanti, saat sudah ada lebih banyak kepercayaan di antara kalian.
  • Keluhan soal dunia kencan. Cerita tentang kencan yang gagal dan chat yang tidak ada ujungnya jarang meninggalkan kesan baik.

Sebaliknya, menyebutkan secara umum apa yang kamu cari itu wajar dan bahkan membantu. “Aku berharap menemukan hubungan jangka panjang” terdengar jujur tanpa menekan siapa pun.

Saat obrolan tiba-tiba hening

Jeda bisa muncul di setiap kencan, termasuk kencan yang menyenangkan. Beberapa detik hening terasa jauh lebih lama bagimu daripada bagi dia. Minum seteguk, lihat sekeliling dan komentari sesuatu di dekat kalian, atau kembali ke topik sebelumnya: “Kakakmu tinggal di Yogyakarta, kan? Sering ke sana?”

Kejujuran juga membantu: “Jujur, aku agak gugup.” Kebanyakan orang langsung lebih santai saat mendengarnya, karena biasanya mereka merasakan hal yang sama.

Tanda-tanda obrolan berjalan baik

  • Waktu terasa berlalu lebih cepat dari yang kamu kira.
  • Dia juga bertanya kepadamu dan menanggapi ceritamu.
  • Kalian tertawa bersama karena hal kecil.
  • Salah satu dari kalian bilang “kapan-kapan kita…” — coba kafe itu, nonton film itu, mampir ke pasar malam itu.

Kalau obrolannya sedikit kaku, itu belum tentu berarti apa-apa. Banyak orang terhalang rasa gugup, dan pertemuan kedua sering terasa jauh lebih mudah daripada yang pertama.

Obrolan yang baik di kencan pertama bukan pertunjukan. Ini tentang dua orang yang penasaran satu sama lain.

Masih memilih tempat? Baca ide kencan pertama kami. Dan setelah kencan selesai, Setelah kencan pertama akan membantumu menentukan langkah berikutnya.

Tips terkait

Kencan pertama

Ide kencan pertama yang santai dan aman

Kencan pertama yang paling baik itu singkat, di tempat umum, dan santai. Ide-ide yang memberi ruang untuk mengobrol — plus kebiasaan aman sederhana supaya kamu bisa menikmati pertemuannya.

2 menit baca

Semua tips kencan →