Setelah kencan pertama: cara melangkah lebih jauh — atau menolak dengan baik
Apa yang sebaiknya ditulis setelah kencan pertama, cara mengetahui apakah ketertarikan kalian sama, dan cara mengakhirinya dengan baik kalau ternyata tidak cocok.
Kencan pertama sudah selesai. Mungkin kamu sedang senyum-senyum sendiri menatap ponsel, mungkin juga kamu belum yakin dengan perasaanmu. Apa pun itu, yang terjadi selanjutnya sama pentingnya dengan kencan itu sendiri.
Kirim pesan singkat
Tidak perlu menunggu sekian hari. Kalau kamu menikmati waktu bersamanya, pesan sederhana di malam yang sama atau keesokan harinya terasa hangat dan jelas: “Makasih untuk hari ini — jalan-jalannya seru sekali. Kapan-kapan kita jalan lagi, yuk!” Pesan seperti itu tidak membuatmu terlihat terlalu bersemangat. Justru membuatmu terlihat tulus.
Membaca tanda-tanda
Ketertarikan biasanya lebih terlihat dari tindakan daripada kata-kata. Tanda-tanda yang baik:
- dia membalas dengan lebih dari satu kata dan juga balik bertanya kepadamu;
- dia mengusulkan waktu atau tempat untuk pertemuan berikutnya;
- dia ingat detail dari obrolan kalian.
Kalau balasannya makin pendek dan rencananya tetap samar (“boleh, kapan-kapan”), mungkin dia tidak merasakan hal yang sama. Itu tidak apa-apa. Tidak perlu memaksa: ketertarikan yang harus dikejar jarang bertahan lama.
Merencanakan kencan kedua
Kencan kedua boleh sedikit lebih lama dan sedikit lebih personal: kelas memasak, jalan-jalan seharian ke luar kota, atau konser yang sama-sama kalian sukai. Tetaplah bertemu di tempat umum sampai kamu merasa benar-benar mengenal orang itu. Kepercayaan tidak punya tenggat waktu.
Menolak dengan baik
Kalau kamu sadar kalian tidak cocok, katakan saja — singkat dan sopan. Menghilang tanpa kabar membuat orang lain bingung. Beberapa kalimat jujur sudah cukup:
“Terima kasih untuk malam ini, aku senang mengobrol denganmu. Tapi aku tidak merasakan getaran romantis di antara kita, dan aku ingin jujur soal itu. Semoga yang terbaik untukmu!”
Kamu tidak perlu menjelaskan panjang lebar atau meminta maaf berkali-kali. Dan kalau ada yang mengatakan hal ini kepadamu, terimalah dengan lapang dada: jawaban yang jelas adalah hadiah, meskipun bukan jawaban yang kamu harapkan.
Melangkah sesuai iramamu sendiri
Setiap hubungan berkembang dengan kecepatannya sendiri. Ada yang ingin sepakat untuk eksklusif setelah beberapa minggu, ada juga yang butuh beberapa bulan. Saat pertanyaan itu muncul, tanyakan dengan tenang dan terus terang: “Aku senang menghabiskan waktu bersamamu, dan aku tidak sedang dekat dengan orang lain. Bagaimana perasaanmu soal ini?” Obrolan yang jujur lebih baik daripada menebak-nebak.
Perhatikan bagaimana perasaanmu saat bersamanya. Rasa hormat pada batasanmu, kejujuran, dan kebaikan hati lebih penting daripada gestur romantis yang besar. Kalau ada yang membuatmu tidak nyaman — tekanan, rasa cemburu, permintaan untuk merahasiakan hubungan — tanggapi dengan serius.
Kapan perlu rehat
Kalau kencan mulai terasa seperti kewajiban, tidak apa-apa untuk berhenti sejenak. Untuk sementara, nyalakan “Sembunyikan profilku” di pengaturan, habiskan waktu bersama teman-teman, dan kembalilah saat rasa penasaranmu muncul lagi. Dan kalau pertemuan pertamamu belum terjadi, mulailah dari ide kencan pertama kami.
Orang yang tepat akan senang melangkah dengan kecepatan yang nyaman bagi kalian berdua.